Twitter
Baca Berita

PENYIDIK KEJATI SULSEL KEMBALI MENAHAN DUA UNSUR PIMPINAN DPRD SULBAR

Oleh : penkumkejatisulsel | 17 Desember 2017 | Dibaca : 263 Pengunjung

Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan dan Barat menahan dua mantan Wakil Ketua DPRD Sulawesi Barat, Senin, 17 Desember 2017. Keduanya berstatus tersangka dalam kasus dugaan tindak pidana korupsi penyelewengan APBD Sulbar tahun 2016.

Dua tersangka, Harun dan Munandar Wijaya, ditahan usai dimintai keterangan oleh penyidik. Mereka langsung diinapkan di Lembaga Pemasyarakatan Kelas 1A Makassar, Sulawesi Selatan, selama 20 hari ke depan.

"Kedua tersangka telah tiga kali dipanggil, namun baru sekali ini memenuhi. Tersangka Harun diperiksa penyidik pada sore ini, sedangkan Munandar sejak tadi pagi," kata Kepala Seksi Penindakan Hukum Kejati Sulselbar Salahuddin saat dikonfirmasi.

Kasus dugaan korupsi APBD Sulbar menempatkan empat bekas pimpinan DPRD periode 2014-2019 sebagai tersangka. Sebelumnya, dua mantan pimpinan lain telah lebih dulu ditahan. Mereka yakni mantan Ketua DPRD Andi Mappangara dan mantan Wakil Ketua DPRD Hamzah Hapati Hasan. Semuanya telah dipecat dari jabatan masing-masing.

Salahuddin menjelaskan empat eks pimpinan DPRD Sulbar diduga bekerja sama menyepakati penetapan APBD tahun 2016. Sebanyak Rp360 miliar anggaran dialokasikan tanpa melalui prosedur seharusnya, yang diduga dengan maksud untuk kepentingan pribadi. Ditaksir kerugian negara mencapai Rp80 miliar.

Tersangka diduga memasukkan anggaran yang seolah-olah berdasarkan aspirasi masyarakat. Padahal, pokok anggaran tidak melalui proses dan prosedur sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 52 Tahun 2016 tentang Pedoman APBD Tahun Anggaran 2016.

"Oknum pimpinan ini diketahui menitipkan anggaran kepada sejumlah pimpinan SKPD. Harusnya anggota DPRD yang mengawasi pembangunan, bukan malah terlibat baikangsung maupun tidak langsung dalam proyek," ujar Salahuddin.

Kejati Sulselbar menjadikan empat eks pimpinan DPRD sebagai pintu untuk mengungkap kasus penyimpangan APBD lebih luas. Tidak menutup kemungkinan akan muncul tersangka lain.

"Nanti kita lihat bagaimana perkembangan penyidikan. Kita serahkam sepenuhnya kepada penyidik," Salahuddin menambahkan.

PENKUM KEJATI SULSELBAR


Oleh : penkumkejatisulsel | 17 Desember 2017 | Dibaca : 263 Pengunjung


Berita Lainnya :

Lihat Arsip Berita Lainnya :

 



Foto Galeri
Video Galeri
Jajak Pendapat
Bagaimana pendapat Anda tentang website resmi Kejati Sulsel?