Twitter
Baca Berita

Jaksa Eksekusi Bupati Barru H.M. Andi Idrus Syukur

Oleh : penkumkejatisulsel | 12 Oktober 2017 | Dibaca : 588 Pengunjung

Pada hari ini, Kamis tanggal 12 Oktober 2017, Tim Jaksa pada Kejaksaan Negeri Barru dan Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan telah melaksanakan Putusan Mahkamah Agung Nomor 603 K / PID.SUS / 2017 terhadap Bupati Barru ANDI IDRIS SYUKUR, dengan cara memasukkan Terpidana ke Lembaga Pemasyarakatan Makassar untuk menjalani pidana selama 4 (empat) tahun dan 6 (enam) bulan serta denda sebesar Rp. 250.000.000,00 (dua ratus lima puluh juta rupiah) subsidiar pidana kurungan selama 8 (delapan) bulan.

Pelaksanaan Putusan Pengadilan yang telah memiliki kekuatan hukum tetap tersebut dilakukan berdasarkan Surat Perintah Kepala Kejaksaan Negeri Barru Nomor : PRINT -504/R.4.21/FUH/10/2017 Tanggal 3 Oktober 2017.

Berdasarkan Putusan MA, ANDI IDRIS SYUKUR dinyatakan telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana “KORUPSI”, sebagaimana diatur dalam Pasal 12 huruf e Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 jo Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001v tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi dan tindak pidana “Pencucian uang” sebagaimana diatur dalam Pasal 3 UU No. 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang.

Sebagaimana diketahui, kasus yang menjerat Terpidana ANDI IDRIS SYUKUR bermula dari perbuatannya selaku Bupati Barru yang telah memaksa PT. Bosowa Group yang melakukan investasi membangun pabrik semen di Kabupaten Barru memberikan sebuah kendaraan Mitsubhisi Pajero Sport 2.5D GLX dalam kaitannya dengan pemberian izin explorasi tanah liat dan batu gamping sebagai bahan baku pembuatan semen (portland).

Pada tingkat pertama, Pengadilan Tindak Pidana Korupsi pada Pengadilan Negeri Makassar berdasarkan Putusan Nomor 39/Pid.Sus-TPK/2016/PN MKS, tanggal 22 Agustus 2016 Menyatakan Terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana korupsi dan tindak pidana pencucian uang serta menjatuhkan pidana terhadap terdakwa dengan pidana penjara selama: 4 (empat) tahun dan 6 (enam) bulan, pidana denda sebesar Rp250.000.000,00 (dua ratus lima puluh juta rupiah) subsidiar pidana kurungan selama 8 (delapan) bulan. Di tingkat Banding, Pengadilan Tinggi Makassar membatalkan Putusan Pengadilan Tipikor tersebut dan membebaskan terdakwa dari segala dakwaan, sehingga Jaksa Penuntut Umum mengajukan Kasasi ke Mahkamah Agung RI.

Dalam keterangannya kepada Pers, Kepala Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan Dr. Jan S. Maringka menyampaikan dalam pelaksaan putusan yang telah memiliki kekuatan hukum yang tetap tersebut, terpidana ANDI IDRIS SYUKUR bersikap kooperatif, sehingga eksekusi dapat berlangsung dengan lancar.


Oleh : penkumkejatisulsel | 12 Oktober 2017 | Dibaca : 588 Pengunjung


Berita Lainnya :

Lihat Arsip Berita Lainnya :

 



Foto Galeri
Video Galeri
Jajak Pendapat
Bagaimana pendapat Anda tentang website resmi Kejati Sulsel?